Berhentilah untuk Menghindari-Nya

“Betapapun jahatnya dirimu, kau tidak akan bisa membandingkan kejahatanmu dengan kekuatan kasih sayang Allah.” ~Nouman Ali Khan~

Pernah merasa begitu kotor, begitu berdosa, begitu bernoda? Sehingga rasanya ampunan begitu jauh dari diri kita. Wajah hanya mampu menunduk malu, gelap, tak ada lagi harapan untuk bisa kembali menjadi baik. Ingin kembali bangkit, rasanya begitu berat karena rasa malu begitu besar. Kemenyerahan terus meringkus diri kita untuk kembali pada kebaikan karena merasa tak pantas. Al hasil, kita hanya akan terus berada dalam kubangan kotor, berpura-pura menikmati kehidupan dengan kekosongan.

Seolah selalu ada bisikan. “Bung, dosamu sudah banyak. Masihkah kau mengaku seorang muslim? Kau sudah amburadul. Bahkan kau sudah tidak pantas mendirikan shalat lagi, kau munafik. Bagaimana kau bisa berdiri di sana, lalu membaca Alquran dan shalat ketika kau tahu betapa banyak dosamu. Kau tidak layak. Kau tidak perlu melakukan ini-itu lagi. Jangan berkumpul lagi dengan orang-orang muslim. Menjauhlah dari mereka, kau sangat mengerikan.”

Pernah merasa begitu? Merasa tidak pantas, merasa tidak ada lagi harapan untuk kembali. Merasa kecil, merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan orang-orang yang kini sudah banyak sekali pemahamannya tentang agama ini. Aku pernah dulu. Tapi lagi-lagi kasih sayanga-Nya yang menggiringku untuk kembali pada-Nya. Untuk tak lagi jatuh dan saat jatuhpun Allah mampukan lagi aku untuk bangkit.

Dan beberapa jam yang lalu aku membaca sebuah buku yang mebahas tentang satu ayat di Alquran Surat Az-zumar [39]:53. Sehingga aku merasa lebih percaya diri lagi untuk meminta agar tak Ia tinggalkan.

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah Swt. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Az-zumar [39]:53)

Berhentilah untuk berpura-pura, seolah yang kamu nikmati sekarang adalah apa yang hatimu juga nikmati. Menyerahlah, menyerahlah untuk menghindar dari Tuhanmu. Lihatlah betapa ia begitu baik. Begitu menyayangi kita, sehingga dalam keadaan sangat berdosa karena telah melampaui batas, Allah masih memanggil kita dengan panggilan “Wahai hamba-hambaku.”

Berhentilah menipu diri, bahwa apa yang kita nikmati saat ini tidak menciderai hati kita. Padahal Allah sendiri mengatakan “Hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri.” Dosa yang kita lakukan saat ini, tidak merugikan Allah sedikitpun, kecuali akan merugikan diri kita sendiri. Rasakan betapa tidak tenangnya hati kita ketika melakukan dosa, rasakan betapa hampanya hati kita ketika berada dalam perasaan bersalah.

Seburuk apapun diri kita, Allah meminta kita untuk tidak berputus asa dengan ampunan Allah. Sebab, hal terburuk dari semua keburukan yang ada dalam diri kita adalah kita berputus harapan akan kasih sayang Allah Swt. Padahal Allah telah begitu baik mengakui kita sebagai hamba-Nya seburuk dan seberdosa apapun kita.

Kau tahu, apa yang kebanyakan orang berdosa lakukan? Ya, menghindar.

Maka, sejak tulisan ini kubuat dan kamu baca. Marilah kita berhenti untuk terus menghindar. Mulailah untuk memunculkan harapan-harapan menuju ampunan-Nya. Tundukkan hati kita, menyerahlah dan lepaskan ego kita. Lepaskan kecondongan untuk melakukan dosa lagi. Lepaskan tabiat buruk, kelancangan lidah kita, keliaran mata kita dalam melihat. Lepaskan prilaku menyimpang itu semua dihadapkan-Nya. Hadapkan wajah kita lagi kepada-Nya, dan tundukan hati setunduk-tunduknya kepada-Nya.

Berhentilah untuk menghindari-Nya, sebab Allah masih menerima taubat kita sekarang. Menangislah sekarang, harus sekarang. Karena jika sudah sampai di pusara, tangis sekeras apapun tak akan lagi Ia dengarkan.

#NtMS

sumber foto: http://getrefe.com/license/

Leave a Reply