Flight CKG – KLIA (Kuala Lumpur International Airport)

Satu hari sebelum keberangkatan aku menyelesaikan beberapa pekerjaan yang akan kutinggalkan selama 11 hari disambi dengan mengisi semua list packing barang-barang yang belum masuk ke tas. Sore hari aku pergi ke kantor untuk mengambil beberapa file kerjaanku, dilanjut lagi pergi ke rumah Fahma dan Ivan untuk meminjam kamera dan minta tanda tangan. Malam harinya, aku menginap di rumah kak Numei karena pukul 04 dini hari sudah harus sampai di Bandara Soekarno Hatta. Meski rasanya sangat tidak enak pada teman-temanku karena harus pergi 11 hari, namun hidup adalah tentang memilih dan memutuskan.

Dan aku memilih untuk pergi beberapa hari untuk melakukan apa yang tidak pernah kulakukan sebelumnya. Aku membunuh rasa takut yang selama ini menghantui kepalaku.

Aku memilih untuk pergi mencari apa yang tak pernah kutemukan selama aku hidup 25 tahun di muka bumi ini. Ya, aku yakinkan diriku untuk memilih hal ini.

Pukul 02.30 aku bersiap menuju Bandara Soekarno Hatta dengan memesan uber mobil seharga Rp. . .

Sampai di bandara, yang ada pikirkan adalah aku ingin segera pulang kembali, perjalanan ini membuatku ingin segera menyelesaikannya. Ingin segera kembali pulang ke rumah merasakan nikmatnya kenyamanan di rumah. Sejujurnya, itulah perasaanku memulai perjalanan ini. Takut, dan baru pergi sudah merasakan rindu pada orang tuaku.

Di Soekarno Hatta aku merasakan tidak tenang karena mengkhawatirkan hal-hal baru yang tidak pernah kuduga. Aku Speechless menyadari bahwa backpacker dengan low budget ini benar-benar terjadi (lebay, pasti ada yang lebih dari ini kayanya) :D. Bayangkan saja, satu minggu sebelum keberangkatan kami baru ingat bahwa kami tak punya banyak ongkos untuk pergi. Aku bahkan belum merapikan itinerary-ku.

Andai kuulangi lagi moment ketika tiba-tiba mendapatkan 2 kali serangan fajar. Itu semacam lampu hijau kalau kami berdua akan melakukannya. “Abisin duit lo.” (Dalam hati).

Saat kami tidak tahu harus membeli tiket dari hongkong untuk pulang bagaimana, tetiba tanpa diduga ada 2 kali serangan fajar (baca: Bonus). Tiba-tiba masuklah pesan di whats App dari kak Numei. “Win, ada bonus. Mulai pesen-pesen tiket dan booking hotel win.”

“Ayok.”

Alhamdulillah 07 Mei 2017 aku benar-benar sudah menginjakan kaki di Soekarno Hatta untuk memulai perjalanan mengumpulkan cerita. Kami pun berjalan mencari gate (gak tau lupa) pokoknya Air Asia tujuan KLIA. Di hari pertama kami sempat tersasar karena salah mengikuti papan petunjuk. Lalu kebingungan saat self check in di mesin untuk scan barcode. Kami antri bersama beberapa rombongan umroh yang sudah berumur, banyak juga yang seusia bapakku.

Seandainya bapak umroh, mungkin akan seperti itu tampaknya. Orang yang baru pertama kali menaiki pesawat, harus antri bersama jemaah lain melewati petugas imigrasi. Aku berharap bisa memberangkatkan bapak dan mamahku pergi haji. Atau bersama-sama mereka umroh atau naik haji. Biar aku yang bantuin kalo bapak bingung. Amin

Halah jadi curhat.

Setelah melewati petugas imigrasi, kami duduk sebentar di ruang tunggu sampai dapat panggilan untuk keberangkatan pesawat. Di pesawat tak banyak yang kami lakukan, kecuali tidur, wkwkwkw. Abis ngapain lagi, nggak mungkin juga kan koprol di pesawat, atau konser kaya CJR. Aduuuh

Leave a Reply