Kita Sudah Sama-Sama Dewasa

Bukankah kita sudah sama-sama dewasa untuk faham bahwa kita berbeda. Kamu senang memberi perhatian, aku senang diperhatikan. Lalu cukupkah semua itu?

Tidak kah kita sudah sama-sama dewasa untuk faham bahwa aku akan mempertanyakan maksud perhatian itu. Jika bagimu itu biasa, bagiku tentu tidak.

Kuyakin kita sudah sama-sama faham bahwa wanita manapun tak sepercaya diri itu untuk menyimpulkan kau suka melalui kode-kode aneh itu, tapi dia tidak juga abai dengan sinyal-sinyal perhatian yang kau lakukan. Wanita manapun akan berpikir dan mempertanyakan kejanggalan itu.

Jika kau masih begitu, mari kuberi tahu satu hal. Wanita sangat mahir membaca kode menjengkelkan itu. Tapi dia tak mau terlalu percaya diri untuk menyimpulkan itu menjadi hal positif. Dia akan berusaha berprasangka buruk. “Engkau hanya main-main” Jika hanya sampai kode. Kuberitahukan satu rahasia, wanita manapun akan bosan dengan perhatian dan akan mempertanyakan sebuah kepastian.

Maka sebagai sesama orang dewasa, mari kita buang “bunga-bunga” itu. Lebih baik kalau suka katakan, kalau tidak suka jangan pernah memberi harapan.

Jika belum memiliki kesiapan?
Sama saja, jangan memberikan sedikitpun harapan.

Kita sudah sama-sama dewasa untuk memahami bahwa “bunga-bunga” tanpa hubungan pernikahan tak akan menolong kita pada kebaikan manapun. Kecuali noda yang akan memenuhi hati dan menjauhkan kita dari Tuhan.

Sekian…

Depok, 25 Februari 2016…

Leave a Reply