Lagu Teman Hidup

Tepat berada di angka 03.30 jam digital berwarna putih mulai mengeluarkan suara nyaringnya. Dengan pandangan masih berbayang karena minus 3.5 di mataku. Kulirik jam berisik itu,  jam ini bukanlah alarm meja yang biasanya kugunakan. Seprei ini pun kenapa terasa begitu bersih? Aku kan tidak pernah peduli dengan seprei, dengan atau tanpa seprei aku tetap bisa tidur nyenyak. Anehnya lagi, ruangan ini tercium harum aroma apel, tidak seperti semerbak baju kotor berserakan yang biasa kunikmati aromanya tiap pagi.

Aku berniat membalikan tubuhku ke belakang. Namun, belum sempat  membalikkan tubuh, terdengar teriakan seorang wanita di ‘kamarku’. “Aaaaa. . .” Aku membalas teriakannya. “Aaaaaaaa. . .” “Kenapa kamu di sini?” Tanyanya yang dalam sekejap membuat  ambruk tubuhku karena tak mampu menahan dorongan tangannya. Aku terkejut memang, tetapi dia lebih terkejut sepertinya, hingga dia membuat tubuhku jatuh dari atas tempat tidur, ke lantai yang beralaskan karpet merah marun ini.

Tunggu, aku harus berpikir jernih. Ini masih terlalu pagi dan aku baru sadar dari tidurku. Kutatap wajah ketakutan di hadapanku, matanya masih menatap nanar sambil memeluk selimutnya menutupi seluruh tubuh hingga ke rambutnya. Pikirian jernihku sudah kembali, dibandingkan marah aku justru ingin tertawa mengingat kembali kejadian beberapa menit lalu, dan ingin tertawa melihat wajahnya sekarang.

“Kamu ini bagaimana? Kamu lupa kalau kemarin kita baru saja menikah?” Tanyaku sambil mengusap bokongku yang sakit karena jatuh dari tempat tidur.

Iya menepuk keningnya. “Ah iya ya, Dit. Maaf aku lupa. Aku terbiasa tidur sendiri, jadi ketika kulihat ada laki-laki di sebelahku aku merasa asing. Kupikir kamu pria mesum.”

“Ya ampuun, Nim.” Kami tertawa bersama di pertengahan malam pertama kami berdua.

*Cerita ini terinspirasi dari lagu tulus yang berjudul Teman Hidup, juga dari sebuah ayat yang menginspirasi tulus menuliskan lagu ini yaitu tentang Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasagan.*

Based on Song: Teman Hidup ~ Tulus

Leave a Reply