Membicarakan Manusia dan Kemanusiaan

Setiap hari selalu indah, setiap hari selalu penuh manfaat, tapi kembali pada bagaimana kita memanfaatnya dengan kegiatan-kegiatan positif, dengan kegiatan yang memberikan kita banyak pelajaran. Kemarin di Desa Quran, sebuah diskusi terbuka disampaikan oleh seorang aktivis kemanusiaan bernama Sunaryo Adhiatmoko. Berikut sharing session yang ia sampaikan dihadapan kami dan kucatat sambil mengantuk. :p

Sharing kemanusiaan
Muslim kaya yang dermawan akan menggenggam hartanya seperti ia menggenggam air. Tidak perlu digenggam dengan menggunakan hati.

Dia tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi berpikir juga bagaimana cara memanusiakan manusia dalam situasi kemanusiaan.

Masalah kemanusiaan itu luas jangkauannya. Nggak hanya yang ramai di media sosial saja.

Jadi, dalam kegiatan kemanusiaan ini kita perlu memiliki 3 kekuatan:

1. Kuatnya jiwa,
2. Kekuatan hati,
3. Dan hidupnya panca indera.

 

Sharing kemanusiaan

Kita nggak perlu meratapi itu. Kita hanya cukup melakukan.

Kita akan mampu bicara kemanusiaan, jika kita hadir melakukan nilai-nilai kemanusiaan itu.

Kemanusiaan itu untuk membebaskan, mengubah, memihak, dan mencintai manusia yang terampas kehidupannya.

Membantu kaum tertindas juga ada caranya. Ada sesuatu yang harus kita jaga. Ada harga diri mereka yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Jadi, membantu nggak cukup dengan memberikan harta. Tetapi harus ada juga kedekatan yang kita bangun, menemani, dan memuliakan mereka.

Lalu, di mana kita bisa menemukan kekuatan itu? Jawabannya adalah:

Konon Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah. Di mana ia bisa menemukan-Nya. Lalu Allah menjawab: “Temukan Aku di tengah orang yang hancur hatinya.” Karena itulah Allah menyuruh kita untuk memberi makan orang yatim, miskin, dan yang tertawan hidupnya. Bahkan dinilai sebagai pendusta agama jika tidak menyantuni mereka. [QS 2:177, 90:14-16, 93:9-10, 107:3]

Sharing kemanusiaan

Aku menangkap dari pesan ini bahwa ketika kita berdiri membela orang-orang tertindas, orang-orang yang tersakiti hatinya, maka Allah ada bersama kita, dan yang Maha Kuatlah yang akan membela kita. Ketika kita mampu menolong, itu bukan karena kekuatan kita tapi karena Allah lah yang menghendaki itu terjadi.

Semoga pelajaran hari ini tidak berhenti hanya sampai status Facebook saja. Tapi Allah menghendaki aku, kamu, dan siapapun yang membaca menjadi seseorang yang kuat jiwanya, kuat hatinya, dan hidup panca inderanya. Seseorang yang tidak hanya meratapi itu. Tapi mampu juga melakukannya.

Wallahualam

Alhamdulillah atas hari ini. Terimakasih mas Sunaryo Adhiatmoko atas sharing kemanusiaannya hari ini.

Banyak semoga yang biar kubicarakan dalam doa saja. ūüôā

Leave a Reply