Menciptakan Ruang Cintaku Sendiri

Mengikuti pelatihan siaware 29 adalah keputusan tergambling sepanjang usiaku. Karena aku sama sekali tidak tahu apa yang akan aku lakukan di sana. Tapi aku cukup yakin bahwa tidak akan ada perjalanan yang sia-sia bagiku. Setiap langkah kakiku bergerak, pasti akan ada pelajaran yang kudapat setelahnya.

Meskipun sesungguhnya saat memutuskan untuk mendaftar aku sama sekali tidak mengerti itu acara apa dan aku akan melakukan apa saja. Aku memutuskan ikut hanya karena aku merasa tidak enak oleh teman yang mengajakku. Ya, cuma itu.

Tapi ini semacam takdir yang menuntunku pada apa yang aku butuhkan saat itu. Aku yang sering sekali over thinking, orang yang sering kali self blaming, orang yang menyalahkan diri sendiri sungguh sangat “terobati” di sini.

Aku sadar bahwa diriku sangat berharga. Aku merasa tangis hari itu sangat mengobati diriku. Terbuka semua tabir yang mengungkun pikiranku, terbuka semua pandangan terhadap diriku sendiri. Tak peduli orang lain berkata apa. Aku ingin hidup untuk menjadi manusia yang mencintai dirinya dan mencintai sebanyak-banyak orang lai. Dan tak ingin menyiksa diri sendiri dengan kebencian atau curiga pada semesta.

Kadang hidup terasa rumit, karena kita yang menjadikan itu rumit. Dan dengan mengikuti siaware meringankan semua beban itu, membuka mental block, meluaskan sudut pandangku terhadap hidup yang kujalani saat ini.

Aku adalah orang yang positive dan aku ingin memandang banyak hal dari sisi positive. Aku ingin berbaik sangka pada diriku, pada saudaraku, pada temanku, dan terpenting berbaik sangka terhdap Tuhan. Karena itu ternyata yang kuinginkan, itulah yang membuatku tenang.

Di Siaware aku pun mendapatkan keluarga baru. Aku disadarkan bahwa aku tidak sendiri, aku sadar bahwa ternyata banyak yang mencintaiku, aku mencintai diriku, dan aku dicintai banyak orang. Aku tak perlu menjadi orang lain untuk dicintai, aku tak perlu menjadi ekspektasi orang lain untuk diterima, aku hanya perlu menyadari begitu banyak orang yang mencintaiku apa adanya dan aku tinggal menciptakan ruang cintaku sendiri. Aku tak perlu mengejar yang tak menginginkanku, aku hanya perlu mengumpulkan sebanyak-banyak orang yang mau menerimaku apa adanya.

Leave a Reply