Mengagumimu Dari Jauh

~Based on Song Tulus Mengagumimu dari jauh

Dear Dhaca Suli. Biarkan aku memelukmu tanpa memelukmu, mengagumimu dari jauh. Aku menjaga kisahmu dari duniaku. Kamu lanjutkan saja perjalanmu tanpa pedulikan siapa aku. Aku akan mengikuti semua kisahmu. Tanpa perlu kau ceritakan langsung aku akan mengetahui semuanya karena aku benar-benar mengagumimu dan mengikuti harimu dari jauh.

Biar semua orang percaya bahwa aku benar-benar mengagumimu, mari kuceritakan semua ceritamu di sini, ya.

Jadi, sejak pertama mengenalmu aku sudah mulai tertarik. Padahal aku tidak tahu akan jadi apa kau nanti. Tapi karaktermu begitu menarik bagiku. Berani! Ya, kau pemuda yang pemberani. Meski dengan penguasaan Pughaba Nyamal yang biasa-biasa saja. Kamu berani menantang mahluk siluet dan dua tornado di sisi kanan kirinya tanpa gentar. Ahahaha meski pada akhirnya kamu lari juga setelah gagal bernegosiasi untuk menunda pertarungan. Ah, lucu!

Katanya kau keparat, tapi kupikir kau tidak terlalu keparat, melihat betapa santun dan penyayangnya kau terhadap Bhupa Supu. Nenek tua yang membantu ayahmu mengurusimu sejak kau masih kecil.

Aku tahu semua perjalananmu. Perjalanan menjemput takdir bersama Empat keparat kecil? Ya, itu. Empat keparat yang terdiri dari kau Dhaca Suli, si cerdas Sothap Bhepami, si pemarah Nyithal Sadeth, dan satu lagi siapa yang paling lama berpikir dan gagap? Oh iya, Muwu Thedhmamu. Empat keparat dari Kedhalu Selatan yang selalu dipandang sebelah mata oleh penduduk Kedhalu Utara hanya karena satus sosial penduduk Selatan dan Utara berbeda. Kadang memang orang kelas atas selalu saja bersikap sombong, merasa hebat dengan kekayaannya, ditambah pula bakat Pughaba yang mereka miliki lebih berkembang dari pada warga Kedhalu Selatan yang hanya bisa mengandalkan kekuatan otot. Aku tahu kan, Dhaca? Sudah kubilang aku benar-benar mengikuti kisahmu.

Dari hari ke hari aku mengikuti kisahmu, aku mengamati dan menilai apa yang terjadi padamu dan orang-orang di sekitarmu. Kata penduduk Selatan, penduduk Utara itu sombong. Tapi kulihat, tidak semua penduduk Utara begitu, bukan? Tidak semua orang kaya itu sombong. Di duniaku juga masih ada orang kaya yang dermawan seperti paman Thalkay Luminya, bibi Lemathi Luminya, dan siapa Dhaca si gadis bermata indah sedunia? Ah, iya itu. Sira, Siraradi Luminya. Mereka yang mengurusimu setelah ayahmu diculik oleh si Jubah Sihir Annuaki. Tuan Thalkay pula yang mengajarimu banyak hal tentang pughaba nyamal. Dia mengusai bakat alam yang sama denganmu. Seperti yang kubaca di bukumu, pughaba nyamal adalah penguasaan unsur alam. Siapapun yang mengusainya akan mampu menggerakan semua unsur alam: Air, api, bumi, matahari, kayu, besi, tumbuhan, dan lain-lain. Aku tersenyum membaca bagian ini, teringat pada film kartun yang biasa kutonton. Judulnya Avatar the Legend of Aang.

Dhaca, Jika aku bisa hidup bersamamu, maka aku akan memilih mengusai pughaba bhelsuny agar aku bisa menyembuhkan lukamu. Meski pemilik pughaba ini terlihat lebih tak berdaya dibandingkan pemilik pughaba lainnya. Tetapi, dalam penguasaan tertinggi seseorang yang menguasai pughaba bhelsuny mampu menghilangkan dan memunculkan kembali kekuatan pughaba pada orang lain.  Tapi tenang, aku tak memiliki pikiran jahat untuk menghilangkan pughabamu, dhaca. Aku kan menyukaimu. Ah sudah lupakan khayalan aneh ini. Mari kita lanjutkan lagi perjalanku mengikutimu.

Sebelum tuan Thalkay mengajarimu, kemampuanmu hanya bisa memunculkan angin saja kan, Dhaca? Tapi kau tahu? Saat mulai mengikuti perjalananmu, aku sudah tahu bahwa kau tak sepayah itu. Kau hanya malas saja pergi ke Bhepomany (nama sekolah di kedhalu) untuk mengembangkan bakat alammu. Hingga pada akhirnya mimpimu tetang mahluk siluet yang kau kait-kaitkan dengan kedatangan Nibiru, membuatmu terpaksa juga harus belajar dengan serius di Bhepomany. Kau sangat membenci Nibiru, dan bertekad ingin mengalahkannya dan membuat kedamaian di dunia.

Awalnya, Dhaca. Awalnya kupikir kau adalah kesatria yang akan mengalahkan Nibiru. Izinkan aku menggunakan kata “kita” ya, Dhaca. Anggap saja aku membersamaimu di perjalananmu menjemput takdirmu. Tentu saja, karena aku merasakan juga rasa penasaranmu. Karena mereka (orang dewasa) selalu saja mengatakan “Semua ada waktunya. Pada waktunya kau akan tahu bagaimana takdirmu, Dhaca.” Kuyakin kau juga sepemikiran denganku. “Kalau mereka sudah tahu semuanya, kenapa tidak diberi tahu saja dari sekarang? Bikin penasaran saja.” Tapi lama kelamaan aku mulai mengerti. Bahwa hidup ini adalah tentang menjalani sebuah misteri. Untuk apa hidup kalau kita sudah tahu semua jalan ceritanya dari awal. Manusia akan lebih mudah mendapatkan khusnul khotimah kalau tahu kapan dia akan mati. Manusia istimewa dari pada mahluk lainnya karena adanya ujian yang tiba-tiba datang, manusia istimewa karena mereka memiliki pilihan ingin menjadi baik atau menjadi buruk ketika ujian itu menghampirinya. Ah sudahlah, fokus fokus! Mari kita lanjutkan lagi ceritaku mengikuti harimu.

Selain membenci Nibiru, kau juga ingin mempersiapkan diri untuk melawan pasukan Nyathemaytib. Pasukan yang dikirim oleh raja Tergog untuk menjajah Kedhalu. Mereka berniat membawa para penguasa pughaba untuk dijadikan pasukannya membuat huru-hara di bumi. Bicara tentang pughaba, izinkan aku mengingat lagi delapan kekuatan super purbakala yang ada di Pulau Kedhalu, ya!

  1. Pughaba Nyamal: kekuatan seseorang  yang menguasai unsur alam. Seperti kekuatan yang kau miliki kan, Dhaca?
  2. Pughaba Nyegay: menguasai satwa, kalau aku tidak salah ini pughaba yang dikuasai ayahmu ya, Dhaca. Dan oleh sahabatmu Sothap ya.
  3. Pughaba Kiyrany: ruang dan waktu
  4. Pughaba Nyinaw: ilmu menghilang, Nah ini kekuatan yang dikuasai si gagap Muwu Thedhmamu.
  5. Pughaba Bhelsuny: menyembuhkan luka, Ini yang ingin kukuasai.
  6. Pughaba Pesam: Kekebalan, Sepertinya ini yang dikuasai si pemarah Nyithal.
  7. Pughaba Sutha: kekuatan raksasa
  8. Pughaba Wanyis: pengendalian pikiran atau penyingkap tirai gaib. Nah, ini pughaba yang dikuasai oleh Nyonya Lemathi Luminya.

Kini, bicara soal Nibiru, kau tahu? Di sini –di duniaku, aku mulai penasaran. Sambil meneruskan perjalananku mengikutimu aku juga mencari tahu lewat mbah google apa itu Nibiru. Eh ternyata Nibiru itu nama planet, yang ditengarai akan menghancurkan bumi –planetku, Dhaca. Planet Nibiru ini pun sama, dia akan mendekat ke bumi dalam waktu 5013 tahun. Ketika dia mendekat, maka bumi akan hancur –katanya. Bhupa Supu juga menyebutkan diawal perjalanan kita bahwa Nibiru akan muncul setiap 5.013  tahun sekali. Dalam kisahmu diceritaan bahwa jika Nibiru muncul, semua peradaban akan hancur. Nibiru pembawa kiamat bagi kehidupan manusia. Karakter Raja Nibiru sama dengan karakter Planet Nibiru di duniaku. Mungkin penciptamu menamai kesatuan raja-raja juga terinspirasi dari karakter planet-planet dalam tata surya di duniaku. Ah mari kita lupakan kehidupanku di sini. Kita kan sedang berjalan di duniamu.

Kini perjalanan sudah setengahnya. Sejak tinggal di kediaman keluarga Luminya, kekuatanmu kian bertambah. Membuktikan pula bahwa perkiraanku diawal tidak salah. Kau tidak sepayah itu, kau hanya malas –begitu kata ayahmu dan juga tuan Thalkay.

Saat Laga Terakhir, kau menunjukan bahwa kekuatanmu tidak bisa diremehkan, kau sungguh kuat dan pandai menyusun strategi. Kau bukan ketuanya, namun kau mampu memimpin. Sehingga. . . Emm. . .  Ya. . . Gitu deh mereka harus baca sendiri ceritamu untuk tahu bagaimana perjalanan seru kita di laga terakhir ya, Dhaca.

Aku terus setia megikutimu hingga lembar terakhir. Sampai aku tahu ternyata, Sothap Bhepami adalah . . .   Siraradi Luminya adalah . . .   Ibumu adalah . . .  Bhupa Supu adalah . . .   dan Kau adalah . . . .

Aku tahu semua kisahmu, aku tahu harimu, tapi aku hanya bisa mangagumimu dari jauh. Bukan tak percaya diri, tapi aku tahu diri bahwa aku manusia dan kamu hanya satu karakter fiktif dalam Novel Aksi Fantasi Nibiru dan Kesatria Atlantis.

Dhaca, bagaimana jika kita lupakan dulu kenyataan tentang siapa kamu, dan siapa aku. Kecuali kenyataan bahwa sepertinya mulai ada ketertarikanku terhadap sosokmu. Sehingga aku berniat untuk membeli lagi kisahmu selanjutnya di Nibiru dan 7 Kota Suci. Sampai jumpa lagi di perjalanan berikutnya. Salam untuk Siraradi yang akan kau jaga seperti Tuan Luminya menjaga Nyonya Luminya. Mungkinkah Siraradi akan menjadi Nyonya Suli? Entahlah, kali ini aku akan bersabar seperti yang tuan Thalkay Luminya katakan “Meletakan sesuatu pada waktunya.” Kalimat menyebalkan yang kerap kali membuatku penasaran ingin menyelesaikan membaca kisahmu hingga akhir.

Cerpen

Temukan Story Based on Song lainnya di sini!

Leave a Reply