Menikmati Semesta

Di suatu pagi ustadzah berkata pada kami. “Semua yang ada di alam semesta ini tunduk kepada Allah. Pohon, ikan, lalat, bebek, burung, ayam, dst.” Mereka semua tunduk kepada Allah. Kita memang tidak mengerti bahasa mereka. Tapi pasti mereka mengerti euuu lebih tepatnya merasakan energi positif yang kita ekspresikan di sekitar mereka.

Ustadzah bilang, “ketika kita bahagia, semesta akan turut bahagia, namun ketika kita mengeluh dan mengekspresikan keluhan kita menjadi kekesalan dengan menendang pohon. Jangan salahkan semesta jika buahnya jatuh menimpa kepalamu, atau tangga yang disandarkan di pohon jatuh berdebam mengenai jempol kakimu.”

Bersahabatlah dengan mereka, anggap mereka ada, rawat mereka, kalau perlu ajak mereka bicara. Perlakukanlah makhluk yang tunduk kepada Allah selayaknya makhluk, bukan hanya sebuah benda pelengkap hidupmu yang tak ada artinya.

Barangkali kamu akan dianggap gila karena bicara pada mereka yang tak dapat bicara. Tapi tak apa, prilaku itu tak lebih gila dari prilaku orang-orang yang merusak semesta. Menebang pohon sembarangan, membakar hutan, membunuh binatang, menangkap ikan di lautan, sampai akhir-akhir ini seraing sekali kulihat kucing yang tak bermata bekas dianiaya.

Bersahabatlah dengan alam, jangan hanya mau memanfaatkan atau menjadikan mereka panen dan buruan saja, bersahabatlah dengan semua makhluk yang tunduk kepada Allah. Jadilah orang waras yang menganggap mereka hidup dan ada. Jangan jadi orang gila yang membuat semua tiada.

Leave a Reply