Merasakan Kembali Pulang di Negeri Orang

Ini adalah cerita perjalananku bersama temanku menjelajahi 6 Negara di Asia selama kurang lebih 11 hari perjalanan. Bagiku yang tak memiliki jiwa traveling, ini agak mengejutkan.

Hari pertama, kami tiba di kuala lumpur dan menginap di bukit bintang. Tak kusangka ternyata kami tinggal berada persis di jalan Alor. Tempat dimulainya keramaian malam. Ini pengalaman pertamaku menikmati makanan-makanan di pub street bersama banyak sekali turis asing. Mulai dari bule, chinesse, indian, indonesian, malaysian, dst-dst.

Bertemu dengan berbagai orang dari berbagai negara, membuat aku menyaksikan bermacam attitude. Ada yang ramah, ada yang cuek, ada pula yang agak jutek, dll.

Travelling memang melelahkan, dan melihat kehidupan yang kita jumpai saat traveling membuat kita berpikir banyak hal dan belajar banyak hal. Ketika rasa lelah ini datang, rasa rindu tak tertahankan ingin segera pulang. Ingin bertemu orang tua, juga kenyamanan yang kurasakan di rumah.

Namun, saat rasa lelah itu tiba pada puncaknya dan kita terus besabar.   Kami merasa terobati ketika menginjakan kaki di mesjid jamek. Aku merasakan ketenangan di dalamnya, saat malam menyaksikan hiruk pikuk malam. Kamar hotel yang tak menyediakan mushola bahkan sekedar arah kiblat.

Sebuah mesjid mengobati rindu kami. Mataku menetes ketika tiba waktu adzan. Perjalanku masihlah panjang, ini baru hari kedua di negara pertama. Aku tidak tahu kesulitan apa yang akan kujumpai di depan.

 

Ketika kemenyerahan ini meringkusku, aku hanya ingin berjamaah dzuhur di sini dan menunggu hingga adzan ashar. Aku ingin berjamaah bersama saudara-saudara muslimku di masjid ini.

Ini rumahku, aku ingin menyembuhkan rasa lelahku di sini.

Dan Masjid menjadi charge ketika rindu menyeruak di hari kedua traveling pertamaku.

Leave a Reply