Oh Allah. . . Save Me From Myself

Aku ingin semuanya, aku ingin sekarang. Tapi aku melupakan konsekuansinya apa ketika aku memiliki itu sekarang. Aku tahu itu tidak baik, aku tahu lebih baik nanti. Tapi sering sekali diri ini egois pada keinginan pribadi. Kemudian melupakan bahwa segala yang dipaksakan tidak akan berujung baik pada akhirnya.

Aku selalu mengatur jalan hidup dalam pikiranku sendiri, padahal aku sendiri tahu bahwa aku hanyalah wayang yang bisa hidup karena dikendalikan. Mana ada wayang bergerak tanpa Dalang?

Kita memang bisa memilih jalan hidup, tapi kita tidak bisa mengatur situasi yang akan kita jumpai di masa depan ketika memilih jalan hidup itu seperti apa. Akhirnya kita kembali menjadi wayang yang tak berdaya dan mau kembali diatur, yang ketika kita ingin dicintai oleh Yang Maha Mengatur jalan hidup kita harus mau menurut tanpa perlu banyak tanya dan meragukan kehendak-Nya.

Karena Dalang tahu scenario yang baik itu yang mana. Karena Dalang tahu betul kita akan dipersiapkan dan dimampukan untuk menghadapi jalan hidup yang kita pilih. Meski harus ditempa terlebih dahulu, tetap berjuang mendekat pada Dalang karena tempaan itu yang akan menguatkan kita menghadapi masa yang akan datang.

Bagaimana bisa kita hidup dengan baik jika yang kita cintai hanya dunianya dan keinginan kita saja? Bagaimana kita akan selamat jika kita tidak mencintai Yang Maha Mengatur kita, sedang kita tahu tidak ada daya dan upaya kita di dunia ini jika bukan karena kasih sayang-Nya.

Ya Allah aku tahu yang kuinginkan tidak bisa kupaksakan, dan tak baik jika sekarang. Ya Allah aku tahu bahwa diriku masih lemah dan belum cukup wadahku untuk menghadapi yang kuinginkan. Aku ingin kembali kepada-Mu, aku membutuhkan-Mu. Ya Allah aku tak kuasa mengendalikan diriku sendiri dan keinginanku, tolong bantu aku ya Allah. Kendalikan aku agar aku tak jatuh berdebam dan mati percuma tanpa ridha-Mu.

Aku hanyalah jiwa yang akan kembali kepada-Mu, aku adalah jiwa yang ingin bertemu dengan-Mu. Aku adalah jiwa lemah dan seringkali egois merindukan surga tapi lupa mencintai Penciptanya. Aku jiwa yang kadang menyeramkan ketika memiliki keinginan, sehingga hanya dengan pertolongan-Mu aku bisa mengendalikan diriku ya Allah. Oh Allah aku ingin kembali pada-Mu dan menjadi sebaik-baiknya wayang. Dan percaya pada takdir bahwa semua yang Engkau tentukan semua baik untukku dan aku mampu menghadapinya.

Jika hari ini aku harus menunggu, maka aku mampu untuk itu. Dan jika ada inginku, aku bisa meminta pada-Mu namun tidak memaksakan pintaku itu. Allah lebih tahu situasi yang baik untukku.

Kuatkan aku agar tak bersedih karena dunia. Sebab, jika aku sedih karena dunia, aku tidak akan mengerti hakikat jiwa. Bahwa jiwa yang tenang itu akan kembali kepada Allah, dan dunia kelak akan kita tinggalkan pada akhirnya untuk bertemu dengan-Nya dan kedamaian yang sesungguhnya.

“Rabbana la tuzigh qulubana ba’da id hadaitana wa hab lana min ladunka rahmah innaka antal wahhab.”

Leave a Reply