Penyembuh Derita Emosi

Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman  (kepada janji Allah). (QS Al-Qashash [28]: 10)

Ujian hati ini begitu beragam, perubahan emosi bisa kita alami dalam waktu lambat maupun begitu cepat. Perasaan kita bisa berbunga-bunga, namun bisa juga meluap-luap saking kesalnya. Ujian perasaan ini begitu bermacam, kita kadang tak mampu mengendalikan diri untuk tidak memikirkannya. Kita terlalu lemah untuk mengembalikan hati pada kedamaian.

Namun aku percaya bahwa hati yang ada ditubuhku ini ada Pemiliknya. Ada yang mempu mengendalikan agar kembali pada fitrahnya. Dia mampu membuat semua kemelut menjadi kembali lembut.

Sebagai manusia, terkadang kita kesulitan untuk memulihkan rasa sakit karena emosi. Sebagai manusia, terkadang kita tak kuasa menghilangkan kecemasan, ketakutan, duka, amarah, atau emosi yang sedang kita hadapi. Namun aku percaya, bahwa apapun yang membuat hati kita terluka, Allah dapat mengahapus luka itu sepenuhnya. Allah memiliki kuasa untuk membiarkan kita pulih dan melanjutkan hidup.

Hati ini milik-Nya, maka kembalikan semua kepada-Nya.

Seperti keteguhan hati yang Allah berikan kepada Ibu Musa. Ibu mana yang hatinya tidak takut melepas anaknya hanyut di sungai, dalam keranjang yang mungkin saja akan bocor di tengah jalan. Keranjang rapuh yang mungkin saja akan terbalik karena tergoncang arus. Hampir saja sang ibunda ingin mengambil kembali anaknya yang apabila ketahuan akan membuat Musa lebih tidak aman nyawanya. Tapi Allah kuasa memberikan keteguhan hati kepadanya. Bahkan Allah juga menghendaki agar ibunda Musa mampu berpikir jernih setelah itu. Dan mengirim adik perempuannya untuk mengawasi anaknya. Jika bukan karena campur tangan Allah, barangkali ibunda Musa tidak dapat berpikir jernih ketika menghadapi pergolakan emosi saat melepaskan anaknya dalam aliran sungai.

Jika keadaan trauma emosional ini terjadi pada kita. Percayalah Allah dapat turut campur dan memberikan kita ketenangan. Ini adalah ujian agar kita terus bertumbuh, menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih banyak tunduk. Tunduk pada ketetapan-Nya tanpa banyak tanya.

Terimakasih karena telah memberiku pelajaran, semoga setelah ini kita semakin bijaksana dan tegas pada diri sendiri agar dapat menjaga kata-kata agar tak saling menciderai hati satu sama lain.

sumber gambar: http://getrefe.com/license/

 

Leave a Reply