Re.Solusi

Semburat  sisa-sisa  percikan kembang api sebagai penghantar pergantian  tahun  dari  periode yang  lama  masuk  ke  lembaran baru sebentar lagi akan menghiasi gelapnya  lapis  langit  persis  di titik jarum jam 00 atau 24, ketika jarum panjang-pendek bertemu di titik teratas dalam lingkar arloji di pergelangan tangan.

Kelamnya  latar  jagat  raya, sesaat   benderang   dengan membuncahnya penghias warna-warni  dari letupan  kembang api  yang  dilontarkan  ke  udara layaknya  katarsis  pelepas  penat perjalanan aktivitas  kita  dari awal tahun hingga penutup hari akhir di malam ini. Langit malam seperti  meretas dengan  salur-salur  yang  membekas  dari  pijar api yang meredup.

Semua tangan terangkat, sulang gelas minuman berdenting,  tiupan  terompet kertas, saling   berucap   dan ditutup  pelukan  hangat  dalam kegembiraan ritual tahunan yang dirayakan seantero jagat.

Jangan   bermimpi   untuk memperoleh ketenangan di malam kegembiraan  nanti.  Kesunyian akan  menjadi kemewahan yang  terasakan  bagi  kita  yang berharap  sempat  berkontemplasi sesaat. Tak  ada  tempat  untuk menyingkir  dan  menyepi  pada malam itu.

Dunia seakan bersikap tanpa  toleransi  untuk  sebuah duka yang menyayat, kehampaan yang  merasuk,  kesendirian  yang menusuk,  bahkan  denting  sunyi sebuah   sendok-garpu yang

terjatuh bagai sudah terbungkam.

Keceriaan,  kemeriahan,  gegap-gempita  dan  meriahnya  sebuah pesta mendunia seperti diregukkan  dalam napas, nadi, detak jantung, lubang pori,  napas, dan keringat setiap  individu.  Suka-tidak  suka,

mau-tidak  mau,  rela-tidak  rela, siap-tidak  siap  menjadi  sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan  saat  individu  menyikapi  moment tahunan  yang  berdaur-ulang secara konsisten ini.

Lalu,  ada  ritual  lain  yang sebelum  dan  sesudah  perayaan digaungkan  melalui  berbagai media:

“apa  resolusi  untuk tahun ini ?”

ada yang menjawab sekenanya;

“punya pacar baru”,

“pekerjaan baru”,

“tambah anak lagi”,

“gaji  naik”,

“diet  turunin berat  badan”

atau

“berhenti merokok” jawaban  lebih  serius seperti  diungkapkan;

“lebih berprestasi”,

“tercapai target yang ditetapkan”,

“performance  kerja excellent”,

“masuk  big  5”

Dan masih banyak lagi yang biasanya dikaitkan  dengan  target  yang hendak dicapainya. Lalu  untuk  tahun  ini,  APA RESOLUSI ANDA?

Resolusi   secara   sederhana bisa  dimaknai  sebagai  sebuah pernyataan,  penyikapan, yang ingin mengungkapkan pesan apa yang  ingin  ditegaskan.  Dengan Resolusi  yang  dinyatakan, ini akan menjadi target atau sasaran yang  hendak  dicapai  dalam perjalanan  waktu  ke  depannya bagi sebuah pencapaian.

Dalam kata “RESOLUSI” kita bisa juga memilah menjadi rangkaian dengan  memilahnya  menjadi

Re.SOLUSI.  Kita  mengartikan kata  SOLUSI,  sebagai  sebuah upaya untuk mencarikan pemecahan  permasalahan  yang sedang  dihadapi.  Ada  sebuah ikhtiar  untuk  menyelesaikan keterhambatan,  permasalahan yang muncul, ataupun menjawab sebuah  tantangan  di  depan mata. Sedangkan  makna “Re” seperti  biasa  kita  pahami  lebih terkait  dengan  pengulangan yang  merupakan  proses  terus-menerus yang dijalankan seperti“remarkable”,  “reuse”,  “recycle”, dan  menjadi  serapan  ke bahasa kita seperti “reproduksi”, “reboisasi”,  “regenerasi”  dan sebagainya.

Karena  itu,  sangat  mungkin Re.SOLUSI   dimaknai   secara inspiratif   sebagai   sebuah pencarian jalan  keluar  atau ikhtiar yang terus menerus dalam sebuah  pencarian  penyelesaian sebuah  persoalan yang  kita hadapi   sekarang,   dan   akan muncul di masa datang (sebagai antisipasi).  Proses Re.SOLUSI akan  terus-menerus, simultan, berkelanjutan, tak ada henti pun tak ada jeda, dalam  proses  dari waktu ke waktu yang berkelindan-menggelinding sesuai poros waktu  bergulir.  Selalu akan ada gerak  dinamis,  progresif, better than yang  mengiringi  langkah-langkah individu dalam ikhtiarnya menapaki perjalanan hidup yang tak merata, “life is never flat”

Seperti  sebuah  RESOLUSI  sering diucapkan, akan siapkah juga kita untuk  melakukan  sebuah  upaya  Re.SOLUSI  dalam  langkah  kita mendatang?

Bismillahi …

 

Download Free E-book ini di sini!

 

Leave a Reply