Satu Sisiku Biarlah Tetap Kosong

Aku akan membiarkan satu sisiku tetap kosong. Aku tidak akan serakah mengambil semua agar kedua sisiku terisi. Karena aku tak pernah mau berada di tangah-tengah antara kamu dan dia. Jika tak di sebelahmu, aku akan berada di sebelahnya. Biarlah satu sisiku tetap kosong, asalkan aku tidak berada di tengah-tengah kalian. Ketika kamu tersenyum bersamanya, tentu aku akan tersenyum juga. Ketika ia membelai lembut wajahmu, aku juga menginginkan ia melakukan itu kepadaku.

Dengarlah, aku tidak akan merebut, aku hanya akan menambahkan. Ketika biasanya kalian hanya tersenyum berdua, kini aku akan menambah senyum itu menjadi tiga. Aku bisa sangat dekat dengannya, juga bisa sangat dekat dengamu. Tapi aku tidak akan bisa menarikmu pergi ketika kamu sedang bermanja dengannya.

Aku mungkin akan ikut bercengkrama bersama kalian, tapi aku akan duduk di sebelahmu, atau di sebalahnya. Tidak, aku tidak akan memilih duduk di antara kalian. Aku akan tetap membiarkan kalian berdekatan. Agar dia tetap bisa membelai rambutmu, merangkulmu, dan agar kedua mata tulusnya tetap dapat menatap lekat ke kedua bola matamu.

Meski aku milikmu sekarang. Kamu tetaplah laki-laki kesayangannya yang tak akan pernah di ambil oleh manusia mana pun termasuk aku. Meski Tuhan mengambilmu dari sisinya, cinta kalian akan tetap ada meski kalian sudah tidak bertatap muka. Doa kalian akan tetap tercurah satu sama lain, cintanya terhadapmu tak akan ada yang menggantikan meski olehku sekalipun. Karena itu aku tak mau berada di tengah-tengah antara kamu dan dia.

Sebab ada cintanya yang tak bisa kuberikan kepadamu. Yaitu, cinta seorang ibu terhadap anaknya.

2 Comments

  1. angelinafelga May 14, 2016
  2. Wini May 21, 2016

Leave a Reply