Si Monyet Minta Ditonjok

Kekesalan bisa engkau lampiaskan melalui hal unik apa saja. Kejenuhan bisa engkau lampiaskan dengan cara yang tidak biasa. Ini tidak kusebut dengan sesuatu yang baik. Aku hanya menganggap ini cara unikku melampiaskan kekesalan. Aku enggan marah secara langsung, tapi kesal tetap saja kesal yang ingin kuungkapkan pada dunia bahwa perasaanku tidak baik-baik saja ketika itu.

Suatu hari aku membuat sebah cerita tentang seseorang yang begitu menyebalkan. Cerita ini berani aku publish setelah aku minta maaf karena telah membuatnya. Dan setelah kami tertawakan kemudian. Kita punya cerita, kita punya amarah, kita punya kesal yang bisa kita ceritakan, kita ambil pelajaran, dan untuk kita tertawakan kemudian.

Scenarionya masih tentang boneka kesayanganku yang kubuat seolah hidup. Ini adalah cerita ketika mereka sedang berjalan-jalan bersama.

our story

 

:: Saat sedang belanja, Cuhe berbagi cerita dengan Cupi ::

Cuhe: Cupi, aku punya cerita.

Cupi: Cerita apa?

Cuhe: Cerita tentang “SI MONYET MINTA DITONJOK”

Cupi: Coba ceritain, cuh.

Cuhe: Jadi, ada seekor kodok yang nggak bisa nolak kalo dimintain tolong.

“dok, tolong ambilin garpu.”

“Oke.”

“Dok, sekarang bisa tolong bikin pancakes?”

“Bisa.”

“Dok, ambilkan korek api.”

“Siap.”

Tibalah suatu malam, baru saja ia pulang dari suatu tempat. ada dua binatang yang minta tolong dalam waktu bersamaan.

Ular: “Kodok kerjaan kamu yang kemarin salah, kamu harus ulangi dan perbaiki lagi, ya! Besok selesai.”

Monyet: “Kodok, bisa tolong buatkan aku sebuah cerita untuk mading di sekolah?”

Waktu kodok tidak banyak, malam itu sangat larut dan kodok baru sampai rumah harus pula menyelesaikan tanggung jawabnya. Tapi monyet galak minta tolong.
“Hmmm, kalo begini harus ada satu yang ia korbankan.” pikir kodok. Sudahlah meski monyet itu galak, kodok tidak takut. Kodok harus menyelesaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Kodok: “Maaf monyet, saya tidak bisa. Coba minta tolong saja sama kodok yang lain.”

Monyet: “Oke.” Jawab monyet.

Dalam hati kodok: “Alhamdulillah dia mengerti.”

Siangnya ada si srigala datang menghampiri kodok.

Srigala: “Kodok, bisa tolong buatkan cerita untuk mading hari ini?”

Kodok: “Oh jadi belum dibikin?”

Srigala: “Kata monyet kamu nggak mau bantu buatkan cerita, ya?” 😰

Kodok: “Yeeeee, bukan nggak mau. Tapi nggak sempet. Kupikir semalam bilang oke dia sudah mengerti bahwa aku semalam tidak bisa. Yasudah bilang si monyet siang ini aku sudah bisa menolong monyet, mumpung lagi santai.”

Srigala: “Kata monyet dia sudah tidak butuh pertolongan kamu lagi. Cerita itu sudah dibuat sama kebo.”

Kodok: “Bagus kalau begitu. Aku mau bersantai hari ini.”

Tak lama srigala datang lagi.

Srigala: “Dok, Kebo itu kan temanmu, tolong nasihati. Dia tidak membuat cerita yang sesuai dengan permintaan. Masa begitu buatnya?”

Dalam hati Kodok: “Menasihati apa? Brief dari monyet saja aku┬átidak tahu apa. Masa tiba-tiba nasihatin?” Akhirnya kodok inisiatif menghubungi monyet lewat pesan singkat.

Niat kodok pure ingin menolong saat itu, meski mungkin bagi monyet itu sudah terlambat.

Kodok: “Nyet, ini srigala nyuruh buatin cerita. Cerita seperti apa yang bisa saya bantu sini.
Btw, Monyet lagi di deket pohon nggak? Bisa turun ke bawah nggak? Soalnya kodok nggak bisa manjat-manjat pohon kaya monyet. Bentuk ceritanya mau yang gimana jelasin sekarang biar cepet selesai.”

Kodok pikir monyet akan merespon niat baiknya dengan baik pula. Tapi nyatanya?

Monyet: “Permintaan gue udah ditolak kan dari semalam? Kenapa diminta lagi?”

Kodok: “Ih yaampuun si monyet ini ribet sekali hidupnya…” Kodok masih berusaha untuk bercanda.

Monyet: “ngaca deh yaa.”

Kodok: “😂 Yasudah selamat kesel sendiri…”

Monyet: “Enggak kesel kok sebenernya. Cuma yang agak kesel ketika lo suruh gue turun ke bawah pohon maksudnya apaa? Kan semalam udah nolak, barusan juga udah minta tolong ke kebo. Kalo lo (kodok) yang kerjain juga, bilang gimana ke kebo?”

Dalam hati kodok: “DIH, SI MONYET MINTA DITONJOK. Enggak kesel tapi agak kesel. Sama aja kesel.”

Waktu scroll lagi percakapan sebelumnya, Kodok jadi ikut kesel. “Niatnya baik, kok malah diginiin? Kalo nggak mau dibantu yaudah nggak usah nyolot.”

Cuhe: Selesai

Cupi: Dih Bad ending banget, cuh. Kodoknya masih kesal, nggak bagus tuh. Bisa jadi penyakit dalam hatinya.

Cuhe: Jangan khawatir, kodok orangnya nggak pedendam. Cukup dengan nulis cerita tentang SI MONYET “MINTA DITONJOK” mood-nya akan kembali baik.

Cupi: Terus kabar si monyet gimana, Cuh?

Cuhe: Nggak tau. Mungkin dia akan kesal kalau baca cerita SI MONYET “MINTA DITONJOK” ini. Tapi bisa dipastikan si kodok lagi ketawa-tawa baca ceritanya sendiri. 😄

Leave a Reply