Touch Down Malaysia dan Check In Hotel di Bukit Bintang

Hari pertama perjalanan kami, kami menginjakan kaki di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Sesampainya di KLIA dan melewati petugas imigrasi malaysia, kami mencari di mana kami bisa membeli tiket bus menuju Bukit Bintang. Karena kebetulan hotel yang kami pesan berada di sana.

Dulu aku pernah sekali menggunakan Sky Bus, namun bus itu hanya sampai KL Sentral dan kami harus menyambung lagi menggunakan LRT atau Go KL agar sampai di Bukit Bintang.

Sekedar info, banyak pilihan transortasi menuju pusat kota Kuala Lumpur dari Airport. Pertama kita bisa menggunakan transportasi khusus Airport yang disebut dengan KLIA Express, harga tiket KLIA Express kurang lebih 55 RM setara dengan Rp. 169.612.

Dulu aku pernah menaiki itu karena kami tiba di bandara pukul 02.00 dini hari. Jika kamu tidak punya budget untuk sekedar merasakan experience menaiki kendaraan itu lebih baik coba opsi lain yang lebih murah. Karena untuk kami yang lagi ngirit, harga kendaraan itu terlalu mahal. Masih banyak pilihan lain selain itu.

Nah kendaraan lain yang lebih murah kamu bisa gunakan Sky Bus untuk berhenti di KL Sentral, dari KL Sentral kamu bisa pergi ke manapun di sekitaran Kuala Lumpur menggunakan LRT. Harga Sky Bus dari KLIA menuju KL Sentral sekitar 11 RM. Dan harga LRT kalau tujuannya deket-deket kurang lebih antara 3 s.d. 4 RM harga tiketnya. Tiketnya bentuk koin gini nih.

 

Dan kalau mau beli koin itu, bisa didapatkan di mesin ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nah, sekarang kita lanjut bicarain soal transportasi dari bandara, ya. Selain bus, kamu juga bisa memesan grab car dari bandara jika tak ingin ribet pesan tiket atau turun naik bis dst dst.

Nah untuk kasusku yang memesan hotel di Bukit Bintang, awalnya itinerary-ku kutulis akan naik Sky Bus sampai KL Sentral lalu lanjut lagi naik Go KL yang gratis. Maap-maap ini yak, kita kan jalan-jalannya low budget. Tapi pada kenyataannya saat sampai di tempat pemesanan tiket kami baru tahu bahwa ada bus yang langsung mengantar ke Bukit Bintang, namanya bukan Sky Bus tapi petugas mengarahkan kami untuk mencari Star Shuttle. Harga tiketnya 18 RM/orang alias kurleb Rp. 55.000.

Katanya dengan membayar 18 RM kami bisa langsung ke bukit bintang. Yasudaah dpilihlah bus ini. Perjalanan dari Airport ke pusat kota Kuala Lumpur bisa kami tempuh kurang lebih 1 jam. Di perjalanan kami banyak mengobrol tentang keunikan teman-teman kami, dan tentang konten apa yang akan kami tulis selama perjalanan ini. Buat konten travel more ceunah.

Tapi sedihnya naik bus ini, bus tidak langsung ke Bukit Bintang. Melainkan kami dioper lagi naik mobil travel yang lebih kecil dan diantar langsung ke jalan yang dituju. Dan kalau dihitung-hitung harga tiketnya lebih murah naik Sky Bus terus nyambung naik Go-KL yang gratis. Kan lumayan bisa saving 7 Ringgit buat beli nasi. 😀

Saat di pindah mobil kecil ada sedikit kepanikan karena tiket tetiba hilang. Padahal si supir sudah minta tiket tersebut kepada kami. Namun beberapa menit dicari ternyata tiket itu ada di pangkuanku. Biasa lah ya kalo grogi suka panik dan tetiba semua barang hilang. Padahal ada. Wkwkwkw

Saat diturunkan di Bukit Bintang pun kami agak sedikit kagok karena tidak tahu jalan. Untung ada seorang mas borju yang mau menolong kami. Dia mengantar kami sampai kami menemukan hotel Galaxy yang kami cari. Dia mengaku bahwa dirinya juga orang Indonesia yang sudah tinggal di malayasi selama berapa belas tahun gituh. (Dalam hati: Betah uga ya si abang).

Saat menemukan hotel kami pun disambut dengan receptionist perempuan yang emmmm, kuran senyum gitu. Lalu saat masuk kamar, lorongnya begitu gelap dan pintu kamar mandi yang rusak. Untung nggak sharing toilete yah. Toiletnya ada didalem, jadi aman-aman aja kalo mau bebersih.

Awalnya kupikir kak Numei akan mengeluh dengan kekurangan kamar yang ku pesan. Tapi sepertinya dia lebih menikmati perjalanan ini sekurang apapun keadaannya.

Aku ingat di pesawat menuju KLIA kak Numei bilang. “Kita less expectation aja, jangan berharap yang enak-enak aja. Karena kita nggak tau apa yang akan terjadi di depan.” Yup yup, aku baru faham maksud dari pesan itu apa. Ketika nggak terlalu banyak berekspektasi, kita tidak akan mudah kecewa dan akan lebih mudah menikmati perjalanannya. Seberat apapun itu. Dan perjalanan banyak sekali mengajarkanku tentang kesabaran.

Leave a Reply