Travelling Pertamaku 11 Hari 5 Negara

Sejak dulu, aku tidak pernah memiliki keinginan yang kuat untuk menjelajah dunia, bahkan di negara sendiri untuk melihat keindahan alam semesta ini. Alasan terkuatnya karena takut, juga karena tidak ada dorongan yang kuat untuk melakukan hal itu.

Namun ya, inilah keputusan terbesarku untuk berubah. Aku ingin menantang diri. I’ll break my limit and do something new. Bersama  sahabatku dengan mengikuti keberaniannya, aku mulai memberanikan diri.

Sekitar bulan September 2016, kak Shandy salah satu teman di kantor yang doyan traveling memberitahu kami di sebuah grup whatsapp kalau ada tiket promo Rp.0 di Air Asia (paling cuma bayar tax aja). Saat tahu itu, sahabatku kak Numei langsung memesan tiket di depanku. Tanpa banyak berpikir akhirnya aku pun mengatakan padanya bahwa aku mau ikut. “Lo ikutin trip gue juga aja,  ya.” Aku manggut dan iya-iya aja, dan dalam kondisi tidak tahu mau bagaimana dan akan diajak kemana. Yang penting pesen aja dulu, jadi atau nggak yang peting sudah membeli.

Kalo kata kak Shandy, lebih baik menyesal membeli dari pada menyesal tidak membeli.

Perjalanan kali ini adalah pengalaman pertamaku, dan aku sedikit faham tentang menyusun itinerary dari kak Numei. Aku tahu apa yang harus dilakukan sebagai seorang traveler adalah darinya, aku faham banyak hal tentang struggling adalah dari kak Numei. Aku belajar banyak hal setelah kami jalan berdua selama beberapa hari. Istilahnya bener-bener ini kak Numei macam ngurusin gue banget.

Traveling memahamkan aku tentang diriku sendiri, bahwa aku adalah orang yang penakut, pemalas,  dan mudah sekali menyerah. Bahkan untuk sekedar mencari buah mangga yang lebih murah. Dengan budget travelling yang pas-pasan aku masih saja tak bisa menawar harga, dan masih saja malas berjalan mengelilingi pasar untuk mendapatkan harga lebih murah.

Wah, ini prolognya terlalu banyak. Sebenarnya aku malu menceritakan ini karena pengalaman orang lain dalam hal travelling jauh lebih kaya. Bahkan aku masih malu jika menyebut diriku sebagai traveller. No, aku sangat jauh sekali dari itu.

Bertemu dengan para traveller dari berbagai negara, aku merasa  hanya setitik kotoran kuku yang digigitin bocah ingusan. Jauuuuh banget kalau disandingkan sama mereka tingkatannya, terutama dalam hal keberanian dan ilmu. Ya, bayangain aja, perjalanan kali ini bener-bener aku hanya bantu searching sedikit, yang paling banyak tau arah jalan dan arah tujuan mah kak Numei. So, jangan panggil gue traveller. Tulisan ini bukan sok-sok an ngasih tips. Namun aku merasa perlu membagi pengalaman ini sebagai gambaran saja bagi teman-teman pemula dan pemalu yang ingin mencoba traveling.

Berikut timeline perjalanan kami, mungkin nanti akan aku share itinerary dan total budget yang kami keluarkan selama 11 hari. Selamat menunggu.

 

07 Mei 2017

Flight CKG – KLIA (Kuala Lumpur International Airport)

Touch Down Malaysia dan Check In Hotel di Bukit Bintang

Lunch di Restoran Chee Meng Bukit Bintang

Jalan-jalan di Batu Caves

Mampir ke Menara Petronas

Makan malam di jalan Alor

 

08 Mei 2017

Kembali ke Petronas untuk foto endorse dan kehilangan hp

Check out dari hotel Nida Rooms Bukit Bintang Food Street Favorite

Naik Go KL untuk jelajah Kuala Lumpur secara Gratis

Merasakan Kembali Pulang di Negeri Orang

Beli tiket bus ke KL Sentral

Naik bus dari KL Sentral ke KLIA + tidur di bandara

 

09 Mei 2017

Flight dari KLIA – Phnom Phen International Air Port

Naik bus selama 7 Jam – Touch down Siem Riep

Check in di Oasis Capsule Hostel (Haduuh Dormitory)

Makan malan di pub street Siem Riep

 

10 Mei 2017

Check Out dari hostel jam 4.30 pagi-pagi buta  naik tuk-tuk ke Angkor Wat dan kehilangan tiket seharga 37$ = -+ Rp. 500.000

Dipalak bocah di Bayon Temple

Gejolak batin karena capek

Menemukan kampung muslim di Camboja

Drama naik bus dari Camboja ke Bangkok (Perjalanan 10 jam dan Tidur di bus)

 

11 Mei 2017

Touch down Imigrasi Cambodia dan Bangkok

Jalan lagi ke Khaosan Road – Check  in di hotel Charondee Jl Kahosan Road Bangkok

Drama naik boat ke Asiathique

Makan di Road Fay

Pulang dan tidur pulas di Charondee hostel

 

12 Mei 2017

Checkout dari Hostel

Drama kaki kumat saat otw ke Platinum Mall

Ngobrol kocak sama bapak uber menuju air port

Menemukan the last 50 Bhat buat makan

Flight dari Don Muang Airport ke Macau Airport

Touch Down Macau Airport (baca: bobo di bandara lagi)

 

13 Mei 2017

Titip tas di hotel bekas syuting Gem Jang Di dan Gu Jun Pyo

Wah ternyata hotel ini tempat judi toh

Jalan ke . . . .  dan nemu tempat makan rasa sayange

Naik Ferry ke Tsim Sha Sui Hongkong

Touch down Hongkong, Aaaaak Dormitory lagi

 

14 Mei 2017

Makan Indomie untuk sarapan + makan siang

Jalan-jalan di Kowloon Park

Solat di masjid yang hanya satu-satunya di Tsim Sha Tsui

Jalan ke HKCC Harber Kowloon liat A Symphony of Lights

Ditutup dengan makan malam dan tidur pulas

 

15 Mei 2017

Jalan-jalan di Disney Land

Ah ternyata dia ulang tahun (Jangan hancurkan harinya)

 

16 Mei 2017

Check Out dari Hotel di Tsim Sha Tsui

Naik Verry ke Wan Cai

Check In di Time House Hongkong Hostel

Kak Numei kekunci di luar T_T

Harus Sabar untuk Kembali Pulang

 

17 Mei 2017

Chack Out dan Berburu Jajanan Berlabel Halal

Melihat Pemandangan Laut Saat Naik Bus ke Air Port

Oh,  iya timeline itu adalah judul darid etail perjalanan kami. Selamat menunggu. (kaya ada yang mau baca aja).  😀

 

Leave a Reply